Kamis, 29 September 2011

Pekanbaru yang Ramah Lingkungan


Secara geografis kota Pekanbaru terletak di pulau Sumatera, tepatnya di provinsi Riau. Dimana hutan tropis, rawa-rawa dan hutan-hutan gambut sering di jumpai. Sebagai ibukota provinsi, Pekanbaru dituntut untuk meningkatkan dan megembangkan berbagai fasilitas penunjang kebutuhan kota.
Di era globalisasi ini, Pekanbaru sedang menuju sebagai kota metropolitan. Disana-sini pembangunan marak sedang dilakukan,apalagi PON XVIII akan dilaksanakan di Riau dan Pekanbaru menjadi tuan rumah pembukaan event olaharaga se-nasional itu. Sudah jelas pasti banyaknya proyek-proyek penunjang PON tersebut, misalnya proyek venue Main Stadium UNRI yang menelan berbagai milyaran rupiah,pembuatan fly over, jembatan siak IV, gedung bank Riau-Kepri, pemekaran bandar udara Sultan Syarif Kasim II dan sebagainya.
            Dalam perencanaan pembangunan tersebut, pastinya banyak dampak yang timbulkan. Belum lagi pencemaran-pencemaran yang dilakukan warga yang lalai akan keindahan kota.
            Melihat tiga minggu kebelakang, Pekanbaru kedatangan tamu yang tak diundang. Siapa lagi kalau bukan asap. Tiap tahun asap selalu senantiasa menghiasi sudut-sudut kota. Timbulnya berbagai masalah baru atas musibah tersebut. Aktivitas warga terganggu, jarak pandang pengendara semakin menyempit, belum lagi dengan terancamnya kesehatan warga. Asap yang menggumpal tersebut timbul dikarenakan banyaknya titik api yang terjadi di Riau dan menyebar hingga ke Pekanbaru. Nah apa tanggapan pemerintah kota akan peristiwa itu. Selain mengecilkan angka titik api, pemerintah kota juga membuat hujan buatan di area-area tertentu. Supaya lingkugan pekanbaru menjadi normal kembali.
            Bukan hanya itu, pencemaran udara berupa asap juga datang dari sisa bahan bakar kendaraan bermotor. Beribu-ribu kendaraan lalu lalang melintasi kota setiap hari. Pastinya kota semakin gerah dan pengap ditambah lagi suhu Pekanbaru mencapai radius lebih 33o C. Lalu apa tindakan pemerintah khususnya akan hal itu? Penghijauan adalah salah satu upaya pemerintah. Dimana setiap di median jalan di tanam pohon-pohon yang dapat menetralisasikan udara-udara kebentuk semula. Misalnya di jalan HR.Soebrantas Panam mulai di agendakan penanam pohon-pohon. Dan masih ingatkah anda dengan pohon yang ditebang di jalan sudirman akibat pembuatan fly over? Ternyata pohon tersebut bukanlah ditebang melainkan dipindahkan lokasinya ke tempat jalan masuk Main Stadium UNRI. Itu jelas menggambarkan peran pemerintah dalam menetralisirkan lingkungan di kota tercinta ini. Hutan kota juga menjadi paru paru udara Pekanbaru.
Lalu sudah ramahkah lingkungan kota ini? Tidak, dilihat dari sektor pengairan, sungai siak misalnya. Sungai ini memisahkan kota dengan kecamatan Rumbai dan Rumbai pesisir. Warga yang tinggal diperairan sungai sekitar sangat bergantung hidupnya dengan sungai ini, mandi, menyuci dan lain sebagainya. Bila terjadi musim penghujan, kenaikan muka air naik hingga membanjiri perumahan-perumahan warga sekitar. Terus apa upaya pemerintah akan hal ini? Pemerintah telah membuatkan tanggul-tanggul yang tinggi supaya meniadakan longsor dan mengecilkan angka kebanjiran. Belum lagi dengan kebersihan air sungai. Sungai siak merupakan aset kota yang wajib akan kebersihannya. Lantas bagaimana nasib sungai siak saat ini? Bisa dikatakan sedikit memprihatinkan. Setiap hari pabrik-pabrik mengirim sisa hasil pengolahannya atau limbah kedalam sungai. Pemerintah telah menggalangkan akan kebersihan sungai dalam peraturan kota maupun perda. Dan jika melanggar akan dikenai sanksi. Begitu tegasnya pemerintah akan kebersihan sungai ini, sehingga tak ada lagi pencemaran sungai disana-sini.
Kemudian ditinjau keramahan lingkungan kota tercinta ini dari sektor darat. Kebersihan lingkungan, jalan-jalan protokol dan pasar-pasar tardisional menjadi pusat perhatian pemerintah. Pagi siang dan malam para penyapu jalan tiada henti-hentinya membersihkan kota ini. Alhasil seluruh komponen-komponen tersebut sudah teratasi. Dan masyarakat kota Pekanbaru boleh berbangga karena ditahun ini Pekanbaru menyabet gelar piala Adipura dikali ke 6 secara beruntun. Ini semua berkat kerja keras pemerintah dan elemen serta masyarakat yang sudah akan sadar lingkungan.
            Jadi sudah terlihat jelas bahwa Pekanbaru adalah kota yang akan ramah lingkungan. Walaupun banyaknya pembangunan dilakukan disana-sini tapi pemerintah dan lapisan masyarakat tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Semoga lingkungan kota ini menjadi lebih baik lagi dan terus berkembang serta menjadi kota metropolitan yang ramah lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar