Secara
geografis kota Pekanbaru terletak di pulau Sumatera, tepatnya di provinsi Riau.
Dimana hutan tropis, rawa-rawa dan hutan-hutan gambut sering di jumpai. Sebagai
ibukota provinsi, Pekanbaru dituntut untuk meningkatkan dan megembangkan
berbagai fasilitas penunjang kebutuhan kota.
Di
era globalisasi ini, Pekanbaru sedang menuju sebagai kota metropolitan. Disana-sini
pembangunan marak sedang dilakukan,apalagi PON XVIII akan dilaksanakan di Riau
dan Pekanbaru menjadi tuan rumah pembukaan event olaharaga se-nasional itu. Sudah
jelas pasti banyaknya proyek-proyek penunjang PON tersebut, misalnya proyek venue
Main Stadium UNRI yang menelan berbagai milyaran rupiah,pembuatan fly over, jembatan
siak IV, gedung bank Riau-Kepri, pemekaran bandar udara Sultan Syarif Kasim II
dan sebagainya.
Dalam perencanaan pembangunan tersebut, pastinya banyak
dampak yang timbulkan. Belum lagi pencemaran-pencemaran yang dilakukan warga
yang lalai akan keindahan kota.
Melihat tiga minggu kebelakang, Pekanbaru kedatangan tamu
yang tak diundang. Siapa lagi kalau bukan asap. Tiap tahun asap selalu
senantiasa menghiasi sudut-sudut kota. Timbulnya berbagai masalah baru atas
musibah tersebut. Aktivitas warga terganggu, jarak pandang pengendara semakin
menyempit, belum lagi dengan terancamnya kesehatan warga. Asap yang menggumpal
tersebut timbul dikarenakan banyaknya titik api yang terjadi di Riau dan
menyebar hingga ke Pekanbaru. Nah apa tanggapan pemerintah kota akan peristiwa
itu. Selain mengecilkan angka titik api, pemerintah kota juga membuat hujan
buatan di area-area tertentu. Supaya lingkugan pekanbaru menjadi normal
kembali.
Bukan hanya itu, pencemaran udara berupa asap juga datang
dari sisa bahan bakar kendaraan bermotor. Beribu-ribu kendaraan lalu lalang
melintasi kota setiap hari. Pastinya kota semakin gerah dan pengap ditambah
lagi suhu Pekanbaru mencapai radius lebih 33o C. Lalu apa tindakan
pemerintah khususnya akan hal itu? Penghijauan adalah salah satu upaya
pemerintah. Dimana setiap di median jalan di tanam pohon-pohon yang dapat
menetralisasikan udara-udara kebentuk semula. Misalnya di jalan HR.Soebrantas
Panam mulai di agendakan penanam pohon-pohon. Dan masih ingatkah anda dengan pohon
yang ditebang di jalan sudirman akibat pembuatan fly over? Ternyata pohon
tersebut bukanlah ditebang melainkan dipindahkan lokasinya ke tempat jalan
masuk Main Stadium UNRI. Itu jelas menggambarkan peran pemerintah dalam
menetralisirkan lingkungan di kota tercinta ini. Hutan kota juga menjadi paru
paru udara Pekanbaru.
Lalu
sudah ramahkah lingkungan kota ini? Tidak, dilihat dari sektor pengairan,
sungai siak misalnya. Sungai ini memisahkan kota dengan kecamatan Rumbai dan
Rumbai pesisir. Warga yang tinggal diperairan sungai sekitar sangat bergantung
hidupnya dengan sungai ini, mandi, menyuci dan lain sebagainya. Bila terjadi
musim penghujan, kenaikan muka air naik hingga membanjiri perumahan-perumahan
warga sekitar. Terus apa upaya pemerintah akan hal ini? Pemerintah telah
membuatkan tanggul-tanggul yang tinggi supaya meniadakan longsor dan
mengecilkan angka kebanjiran. Belum lagi dengan kebersihan air sungai. Sungai
siak merupakan aset kota yang wajib akan kebersihannya. Lantas bagaimana nasib
sungai siak saat ini? Bisa dikatakan sedikit memprihatinkan. Setiap hari
pabrik-pabrik mengirim sisa hasil pengolahannya atau limbah kedalam sungai.
Pemerintah telah menggalangkan akan kebersihan sungai dalam peraturan kota
maupun perda. Dan jika melanggar akan dikenai sanksi. Begitu tegasnya
pemerintah akan kebersihan sungai ini, sehingga tak ada lagi pencemaran sungai
disana-sini.
Kemudian
ditinjau keramahan lingkungan kota tercinta ini dari sektor darat. Kebersihan
lingkungan, jalan-jalan protokol dan pasar-pasar tardisional menjadi pusat
perhatian pemerintah. Pagi siang dan malam para penyapu jalan tiada
henti-hentinya membersihkan kota ini. Alhasil seluruh komponen-komponen
tersebut sudah teratasi. Dan masyarakat kota Pekanbaru boleh berbangga karena
ditahun ini Pekanbaru menyabet gelar piala Adipura dikali ke 6 secara beruntun.
Ini semua berkat kerja keras pemerintah dan elemen serta masyarakat yang sudah
akan sadar lingkungan.
Jadi sudah terlihat jelas bahwa Pekanbaru adalah kota
yang akan ramah lingkungan. Walaupun banyaknya pembangunan dilakukan
disana-sini tapi pemerintah dan lapisan masyarakat tetap memperhatikan
lingkungan sekitar. Semoga lingkungan kota ini menjadi lebih baik lagi dan
terus berkembang serta menjadi kota metropolitan yang ramah lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar