Senin, 11 Februari 2013

About Dajjal


1 dari beberapa tanda keluarnya Dajjal dan mengeringnya danau Tiberias di Israel.
Bila kamu membuka Google dan menelusuri kata “Tiberias”, maka kamu akan menemukan keterangan Wikipedia sebagai berikut:
Laut Galilea, juga Kinneret, Danau Genesaret, atau Danau Tiberias (Ibrani: יָםכִּנֶּרֶתYahudi-Aramic:יַמּא דטבריא, Arab:ﺑﺤﻴﺮﺓ ﻃﺒﺮﻳﺔ), Adalah danau air tawar terbesar di Israel, dan ia adalah sekitar 53km (33mil) lingkar, sekitar 21km (13mil) panjang, dan 13km (8,1mil) lebar.Danau ini memiliki luas wilayah 166 km2 (64sq mi), dan kedalaman maksimum sekitar 43m (141kaki).


Air dari Danau Tiberias merupakan sumber utama air bersih bagi bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel.Dewasa ini pemerintah Israel sangat khawatir karena keberadaan air Danau Tiberias sudah kian menipis.

Jika kita berkunjung ke web ini:(SaveTheKinneret.com) kita akan temukan peringatan dari pemerintah Israel kepada segenap warganya sebagai berikut:

The Kinneret, Israel's major reservoir of fresh water, is drying up !.
Many years of below-average rainfall have led the water level to dip to the "black line", beyond which water cannot be pumped without causing severe damage to the entire water supply.Though there are plans in place to build more desalination plants, they will not be operation for several years, so it is incumbent upon us all to conserve water !.

Artinya:
Danau Kinneret, waduk utama air bersih Israel kian mengering !.
Bertahun-tahun curah hujan di bawah rata-rata telah menyebabkan level air berada di "garis hitam" dimana air tidak bakal dapat dipompa lagi tanpa menyebabkan kerusakan parah pada pasokan air secara keseluruhan.
Meskipun ada rencana untuk membangun pabrik desalinasi, ia tidak akan beroperasi selama beberapa tahun, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menghemat air !.

Mungkin bagi sebagian orang informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusannya.Tapi bagi setiap muslim/mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius.

Mengapa ?

Karena dalam sebuah hadits panjang yang di riwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”. Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal ... !.

Hadits tersebut sangat panjang.
Di dalam hadits tersebut di kisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau.
Kemudian di dalam pulau itu ia berjumpa dengan seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai;
“orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangannya terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kakinya terbelenggu besi”.

Lalu terjadi dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal.
Dialog tersebut sebagai berikut:

Ia berkata: “Beritahukan padaku tentang kurma Baisan”.
Kami bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan ?”.
Ia berkata: “Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah ?”.
Kami menjawab: “Ya”.
Ia berkata: “Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi”.
Ia berkata: “Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias)”.
Kami bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan ?”.
Ia menjawab: “Apakah ada airnya ?”.
Mereka menjawab: “Airnya banyak”.
Ia berkata: “Ingat, airnya hampir akan habis”.
Ia berkata: “Beritahukan padaku tentang mata air Zughar”.
Mereka bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan ?”.
Ia berkata: “Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu ?”.
Kami menjawab: “Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu”.
Ia berkata: “Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya ?”.
Mereka menjawab: “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib”.
Ia bertanya: “Apakah orang-orang arab memeranginya ?”.
Kami menjawab: “Ya”.
Ia bertanya: “Apa yang mereka lakukan terhadapnya ?”.
Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya.
Ia bertanya pada mereka: “Itu sudah terjadi ?”.
“Kami menjawab: “Ya”.
Ia berkata: “Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku. Aku adalah Al-Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir di izinkan untuk keluar lalu aku akan keluar”.
(HR. MUSLIM : 5235).

Berdasarkan hadits di atas berarti Ad-Dajjal telah mengungkap kunci-kunci kejadian yang menjadi indikator kapan ia bakal di izinkan untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya.

Dan salah satu indikator sudah dekatnya saat Ad-Dajjal keluar ialah bilamana air Danau Tiberias telah mengering.
Sedangkan saat ini jelas kondisi tersebut sudah hampir menjadi kenyataan ... !

Silahkan di lihat grafik level air Danau Tiberias yang kian menyurut sejak tahun 2004 hingga 2013 (Kinneret Water Levels 2004-2013).

Waspadalah saudaraku, fitnah Ad-Dajjal tidak lama lagi akan segera keluar !.
Kiamat semakin hari semakin dekat !.
Hanya Allah Azza wa Jalla yang maha mengetahui !.

Siapkan diri beserta keluarga kamu dengan kemantapan iman dan tauhid sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat.

Source: atjehcyber.net/2012/05/keluarnya-dajjal-dan-mengeringnya-danau.html#ixzz2K26rkgvx

Wallahu A'lam.

Jumat, 18 Januari 2013

PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK

1.1 Latar Belakang
Pencemaran air adalah perubahan susunan zat air akibat dari polutan asing yang masuk di dalamnya sehingga kualitas air menjadi rendah dan tidak layak dikonsumsi bahkan bisa menyebabkan kematian.


Di dalam ekosistem tempat tinggal kita, air merupakan salah satu unsur vital pembentuk kehidupan. Air memegang peranan penting dalam keberlangsungan sebuah kehidupan. Kegiatan manusia dalam menjalankan aktivitasnya sebagai mahkluk hidup secara tidak sengaja atau disadari atau tidak telah mencemari air, baik dengan bahan organik maupun kimia.


Contoh kecilnya saja adalah kegiatan cuci mencuci dengan menggunakan deterjen. Secara tidak langsung kita sudah meracuni air dengan zat kimia yang berbahaya yang dapat merusak susunan organik yang ada dalam air. Pemberian pupuk kimia di sawah pun adalah salah satu tindakan pencemaran air, apalagi pembuangan limbah-limbah industri ke sungai itu sangat dapat membunuh spesies-spesies dan ekosistem di area sungai.
Sungai merupakan salah satu kekayaan alam indonesia dengan berjuta pesona dan manfaatnya. Namun, tampak jelas bahwa tafsiran ini sudah tidak berlaku lagi. Seiring perkembangan zaman, manusia mulai berubah beserta ego mereka.
Tidak usah jauh-jauh, mari kita lihat contoh dekat saja yaitu sungai siak. Sungai Siak yang merupakan salah satu sungai yang bermanfaat dalam bidang transportasi, mata pencaharian, bahkan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari ini tak luput dari kata “pencemaran”. Dewasa ini banyak sekali kasus-kasus tentang pencemaran sungai dan ini juga sama halnya dengan sungai Siak. Pencemaran yang berasal dari limbah pabrik membuat ikan-ikan disungai mati, kurangnya sumber air bersih, dan iritasi pada masyarakat bantaran yang menggunakan air sungai tersebut.
Sejatinya hal ini tak mesti terjadi, menimbang perusahaan yang membuang limbah berbentuk cairan ke sungai tersebut akan menuai bencana.
Akibat buangan limbah industri yang mencemari sungai siak, tercatat ratusan jenis ikan terancam kelestariannya karena spesies-spesies ikan tersebut sangat sensitif terhadap pencemaran limbah, terutama limbah kimia. Begitu pula dengan limbah rumah tangga di sepanjang pesisir sungai.
Pencemaran logam berat berupa timbal menjadi beban bagi ribuan warga yang tinggal di sepanjang sungai Siak. Dampaknya tentu berpotensi keracunan timbal tersebut. Meski kondisi kualitas air sungai Siak tak layak, namun hingga kini perusahaan daerah air minum Tirta Siak Pekanbaru, tetap menjadi pilihan sebagai sumber air.
Kualitas air sungai Siak memang mengalami penurunan, apalagi sebagian besar logam berat banyak ditemukan di beberapa kawasan di sekitar hulu bahkan hilir, Kandungan timbal banyak dijumpai di dermaga yang disebabkan oleh gas bahan bakar minyak kapal dan perahu motor. Yang ditakutkan, keracunan ini akan berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sungai Siak.
Tingginya timbal yang terkandung di sungai Siak ini mengakibatkan matinya berbagai macam ikan dan spesies-spesies lainnya. Kasus ini terjadi pada anak sungai Bangso di Kecamatan Tapung, Kampar sampai ke Jembatan Sungai Siak II, Pekanbaru. Ikan-ikan tersebut mati akibat kekurangan oksigen terlarut (DO).
Belum lagi, proses abrasi yang menimbulkan endapan pasir (sedimentasi) akibat adanya alih fungsi lahan di tepian sungai. Pendangkalan sungai Siak ini terjadi akibat pengalihan hutan alami menjadi perkebunan kelapa sawit. Akibatnya, sungai Siak mempengaruhi kehidupan masyarakat dan makhluk hidup di sepanjang wilayah pesisir.

1.2 Penanganan yang dilakukan
Dalam hal upaya pelestarian serta mengatasi masalah pencemaran air sungai Siak, diperlukan strategi penanganan, antara lain :
a. Preventif
Secara preventif, dimana pemerintah telah memberlakukan UU No.32/2009 tentang PPLH (Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup) dimana kita mempunyai andil yang cukup besar untuk menentukan kualitas hidup daerah masing-masing. Selain itu, papan-papan ajakan menjaga sungai harusnya bisa membuka mata kita untuk menjaga sungai ini.
b. Kuratif
Secara kuratif, dimana pemerintah setempat harus mewajibkan adanya gotong royong dalam membersihkan sungai secara rutin. Karena sungai telah tercemar, langkah terbaik adalah membersihkan atau mensterilisasikan sungai tersebut.
c. Rehabilitatif
Menurut saya, rehabilitatif ini adalah usaha lanjutan dari kuratif dimana setelah kita membersihkan sungai maka tugas kita untuk menjaganya secara berkala dan berkesinambungan. Menindak lanjuti para pencemar sungai.
d. Promosi
Hendaknya media massa bekerja sama dengan pemerintah dan warga setempat dalam mengajak masyarakat menjaga sungai, apa dampaknya, bisa dalam iklan atau pun sosialisasi ke lembaga-lembaga pemerintahan.

1.3 Bangunan Utama dan Penunjang
Pada bab diatas telah dijelaskan sebelumnya bahwa pencemaran air sungai Siak dikarenakan adanya berbagai faktor. Salah satunya dikarenakan adanya buangan limbah industri yang terletak tepat di tepian sungai, yaitu industri karet. Penulis tak habis pikir kenapa industri karet tersebut masih bisa beroperasi hingga kini padahal kualitas air sungai siak jauh dari kata higenis. Semoga pemerintah cepat tanggap dalam menangani izin kerja industri itu.
Belum lagi pemandangan tepian disekitar sungai yang terkesan sembraut. Banyak bangunan liar di tepian sungai terdalam di Indonesia itu. Jika sekilas memandang ditepian sungai Siak Pekanbaru, seakan pemerintah kota membiarkan pemandangan itu terus terjadi tanpa ada upaya pembaharuan, pembenahan bahkan penertiban lingkungan sekitar. Selain padatnya pemukiman penduduk, saluran air pun tidak berfungsi normal karena sampah yang menyumbat di bawahnya dan airpun menjadi tercemar olehnya.

Gambar 1. Industri karet di tepian sungai Siak

Gambar 2. Pinggiran sungai Siak yang ditanggul menjadi salah satu lokasi memancing bagi warga pekanbaru

Kamis, 17 Januari 2013

ESSAY

Hidup Teknik, Itulah slogan yang terucap untuk memompa semangat dikala bergelut dengan tugas-tugas besar. Awalnya saya sebelum lulus dari SMA, tidak pernah kepikiran masuk di fakultas teknik. Namun setelah mendengarkan berbagai pendapat dari pihak keluarga, senior dan teman-teman se-angkatan plus kebetulan saya menyukai pelajaran eksak, saya memberanikan diri memasuki dunia teknik, khususnya teknik sipil Universitas Riau.
Setelah menyelesaikan studi saya ingin mengembangkan ilmu keteknikan yang saya miliki. Misalnya mengikuti berbagai proyek-proyek supaya ilmu saya semakin terasah dan menambah jam terbang dalam dunia proyek. Semua yang ingin saya lakukan itu terinspirasi dari lingkungan tempat tinggal saya, dimana saya yang bertempat tinggal di Pekanbaru yang kotanya masih dalam pembangunan. Dan dengan cara ini, saya ingin ikut serta dalam memajukan kota yang saya cintai ini.
Saya sadar untuk mencapai yang saya inginkan tersebut tidaklah mudah. Perlu pembelajaran yang sangat lama dan mengikuti kursus-kursus dalam mencari ilmu. Untuk itu insya allah saya yakin dapat menggapai itu semuanya atas ridho orang tua dan izin Allah Yang Maha Kuasa. Dengan berkuliah di teknik sipil ini, saya ingin ikut serta dalam memajukan kota Pekanbaru supaya lebih baik lagi dan disegani oleh kota-kota lainnya. Amin.